Friday, December 29, 2017

Dalam kehidupan manusia sehari-hari perlu adanya pengaturan-pengaturan guna membuat susuatu rencana dapat berjalan sesuai dengan tujuan ini disebut dengan istilah manajemen. Adapun Fungsi manajemen adalah suatu kegiatan dari unsur manajemen yang satu sama lain saling terkait untuk mencapai keseluruhan proses dan menghasilkan tujuan. Perlu diketahui bahwa dalam manajemen terdiri dari Empat fungsi manajemen yaitu: perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengaturan (directing), dan pengawasan (controlling).
Kali ini akan kita bahas satu persatu dari fungsi manajemen Dalam Fungsi perencanaan, pada tahapan perencanaan (planning) dimana tahap langkah-langkah yang semestinya harus diambil, yang bertolak pada hal-hal atau faktor faktor dibawah ini:
  • Tujuan manajemen yang akan di capai,
  • Prosedur dan cara untuk mencapai tujuan itu sendiri,
  • Adanya teknik pengawasan yang dilakukan untuk mencapai tujuan..
Rencana atau planning diharapkan agar dapat :
  • Mengalokasikan setiap sumberdaya sesuai dengan peruntukannya
  • Proses pengawasan dan pengukuran hasi yang dicapai yang nantinya akan memberikan solusi langkah apa yang semestinya harus diambil untuk setiap masalah yang timbul,
  • Sebagai dasar bagi setiap anggota organisasi untuk bekerja atau melaksanakan tugasnya sesuai prosedur atau aturan yang ditentukan.
Fungsi pengorganisasian (organizing) yang berhubungan dengan pembentukan sebuah alur kerja dan alur koordinasi yang disebut dengan struktur organisasi. dengan adanya tujuan yang akan dicapai maka akan membentuk struktur yang nantinya akan menjadi titik atau dasar para anggota untuk bertindak atau melaksanakan tugas masing-masing
Fungsi pengaturan (directing). istilah directing atau istilah fungsi pengaturan/ directing dikenal juga dengan istilah leading, yang maksudnya ialah  fungsi yang mengatur tugas dari setiap anggota organisasi agar dapat menjalankan tugas masing-masing seperti yang telah ditentukan supaya tujuan yang ditetapkan dapat tercapai.

Fungsi pengawasan (controlling) yang memiliki tujuan untuk melihat apakah kegiatan yang dilakukan serta hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan rencana dan ke arah yang diinginkan. Tiga hal penting dalam pengawasan adalah:
  • menentukan standar atau tolok ukur pre stasi kerja,
  • mengukur hasil kerja dengan standar yang ada, dan 
  • mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki hasil kerja yang tidak sesuai tolok ukur.
Berikut merupakan contoh soal tentang ilmu manajemen :
a.      Earl P Strong : proses pengaturan berbagai factor dalam suatu perusahaan, agar pelaksaaanya sesuai dengan ketetapan dalam rencana
b.      Harold Koonz : pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan agar rencana yang telah di buat untuk mencapai tujuan perusahaan
c.      Terry : proses penentuan apa yan gharus di capai yaitu standar apa yang sedang di lakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan apabila perlu melakukan perbaikan perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana yaitu selara dengan standar.


a.       Akurat
b.      Tepat waktu
c.       Objektif dan komprehensif
d.      Secara ekonomi realistic
e.      Secara organisasi realistic
f.        Di koordinasikan dengan arus pekerjaan organisasi
g.       Fleksibel
h.      Deskriptif dan operasionalisasi
i.         Diterima para anggota organisasi

a.      Anggaran produksi
b.      Anggaran bahan baku
c.       Anggaran overhead pabrik
d.      Anggaran Penjualan
e.      Anggaran persediaan
f.        Anggaran biaya produksi
g.       Anggaran pertanggung jawaban
h.      Anggaran pengeluaran modal
i.        Anggaran kas
j.        Anggaran rugi laba
k.      Anggaran neraca
l.        Anggaran perubahan posisi keuangan


a.      Transaction Processing System (TPS) berfungsi pada level organisasi
System informasi yang terkomputerisasi yang dikebangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji
b.      Office Automation System (OAS) mendukung pekerja data
Yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untukmentransformasikan data atau untuk memanipulasikan dengan cara-cara tertentu sebelum membaginya atau memyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi terkadang diluar itu.
c.      Knowledge Work System (KWS)
Mendukung para pekerja professional seperti ilmuwan insinyur dan doctor dengan mambantu mereka menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.

a.       Input
b.      Model
c.       Output
d.      Teknologi
e.      Hardware
f.        Software
g.       Komponen basis data
h.      Komponen kontrol


6.       Keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek :
a.       Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahjasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan
b.      Integrity (integritas) aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin pihak yang berwenang, menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integritas ini
c.       Availability aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait.

7.      Manajemen keamanan informasi tangggung jawab untuk program khusus, maka karakteristik khusus yang harus dimiliki dalam manajemen kemanan informasi yakni dikenal dengan 6 P:
a.      Planning
Meliputi proses perancangan, pembuatan, dan implementasi strategi untuk mencapai tujuan. Yang terdapat 3 tahapan:
1.       Strategic Planning
2.       Tactical Planning
3.       Operational palanning
b.      Policy (Kebijakan)
Tiga kategori kebijakan dalam manajemen keamanan informasi yakni
1.       Enterprise Information Security Policy (EISP) menentukan kebijakan departemen kemanan informasi dan menciptakan kondisi keamanan informasi di setiap bagian organisasi
2.       Issue Spesific Security Policy (ISSP) adalah sebuah peraturan yang menjelaskan prilakuk yang dapat diterima dan tidak dapat di terima dari segi keamanan informasi pada setiap teknologi yang digunakan misalnnya email atau pengguna internet.
3.       System Spesific Policy (SSP) pengendali konfigurasi penggunaan perangkat atau teknologi secara teknis atau manajerial
c.       Programs
Operasi-operasi dalam keamananinformasi yang secara khusus diatur dalam beberapa bagian.
d.      Protection
Fungsi proteksi dilaksanakan melalui serangkaian aktifitas manajemen resiko meliputi perkiraan resiko dan pengendali termasuk mekanisme proteksi, teknologi proteksi dan perangkat proteksi baik perangkat keras maupun perangkat keras.
e.      People
Manusia adalah penghubung utama dalam program keamanan informasi.

1.       Kosep dasar
Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis dan manajerial termasuk mengenai berbagai komponen dan peran system informasi
2.       Teknologi informasi
Konsep-konsep utama, pengembangan, dan berbagai isu manajemen teknologi ingormasi yaoti meliputi hardware, software, jaringan, manajemen data.
3.       Apliksi bisnis
Penggunaan utama dari system informasi untuk operasi, manajemen dan keuntungan kompetitif bisnis
4.       Proses pengembangan
Bagaimna para praktisi bisnis dan pakar informasi merencanakan, mengembangkan, dana mengimplementasikan system informasi untuk memenuhi peluang bisnis.
5.       Tantangan manajemen
Tantangan secara efektif dan etis mengelola teknologi ingormasi pada tingkat pemakai akhir, perusahaan dan global dalam bisnis.

9.      Menurut  Sutabri (2005:107) penggunaan computer dalam SIM baru dapat dikatakan egektif dan efisien jika :
a.       Volume data yang diolah dalam jumlah yang besar
b.      Pengolahan data memerlukan perhitungan yang rumit
c.       Pengolahan data atau pekerjaan yang berulang-ulang
d.      Memerlukan proses pengolahan yang cepat
e.      Memerlukan file yang baik sehingga mudah menemukan kembali data-data yang diperlukan
f.        Memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi

10.   Komputasi pengguna akhir (End User Computing) timbul disebabkan oleh empat pengaruh utama:
a.       Dampak pendidikan komputer
b.      Antrian layanan informasi
c.       Murahnya piranti keras
d.      Piranti lunak siap pakai

Slamet santoso (2009:5): dinamika adalah interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok yang satu dengan anggota kelompok yang lain secara timbale balik dan antara anggota dengan kelompok secara keseluruhan.
12.   Konflik menurut :
a.       Robbins : suatu proses dimana suatu pihak merasa dirugikan dan pihak tersebut telah memberikan egek negative kepada pihak lainnya
b.      Alabaness : sebuah keadaan dimana antara pihak yang bermasalah tidak mencapai tujuan dan kesepakatan yang ada sehingga hal ini bisa mencampuri urusan masing-masing pihak.

a.       Pandangan tradisional : setiap konflik akan mengganggu kerjasama untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh Karena itu konflik selalu mangandung pengertian negative, jelek dan destuktif. Tanggung jawab manajemen adalah mencegah timbulnya kinflik.
b.      Pandangan interaksional : konflik memberikan dorongan terjadinya perubahan dan pangembilan keputusan yang lebih baik. Tanpa konflik suatu organisasi akan statis, apatis dan tidak tanggap. Agar knflik dapat fungsional maka harus terkendali.

14.   Jenis-jenis konflik :
a.       Perspektif
1.       Konflik intraindividu
2.       Konflik antar individu
3.       Konflik antar kelompok
4.       Konflik organisasi
b.      Jenis konflik ditinjau dari jenis :
1.       Konflik konstruktif
2.       Konflik destruktif
c.       Konflik ditinjau dari segi masalah
1.       Konflik tujuan
2.       Konflik peranan
3.       Konflik nilai
4.       Konflik kebijakan

1.       Tanggung jawab lini dan staf harus ditegaskan
2.       Mengintegrasikan kegaiatan lini dan staf
3.       Mengajarkan lini untuk menggunakan staf
4.       Mendapatkan pertanggung jawaban staf atas hasil-hasil

16.   Metode penyelesaian konflik yang sering digunakan
a.       Dominasi atau penekanan: metode ini dilakukan degan beberapa cara yaitu kekerasan, penenangan, penghindaran, aturan mayoritas, pemunguntan suara
b.      Kompromi : manajer menyelesaikan konflik melalui pencarian jalan tengah yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
c.       Pemecahan masalah integrative: konflik antar kelompok diubah menjadi situasi pemecahan masalah bersama yang dapat diselesaikan melalui teknik pemecahan masalah seperti : consensus, konfrontasi, penggunaan tujuan-tujuan yang lebih tinggi.

17.   Kepemimpinan menurut :
a.       George R Terry (1972:458): aktivitas memperngaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi
b.      Stoner : suatu proses mengenai pengarahan dan usaha untuk mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan anggota kelompok
c.       Jacobs dan Jacques (1990:281) sebuah proses member arti terhadap usaha kolektif dan mengakibatkan kesediaan utnuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran.

18.   Tipologi kepemimpinan :
a.       Otokratis : pemimpin yang memiliki criteria atau cirri sebagai berikut :
1.       Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi
2.       Mengindentikan tujuan pribadai dengan tujuan organisasi
3.       Menganggap bawahan sebgai alat semata-mata
4.       Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat
5.       Terlalu tergantung kepada kekuasaaan formalnya
6.       Dalama tindakanm penggerakkan sering mempergunakan pendekatan mengandung unsure paksaan dan bersifat menghukum

b.      Militeristik memiliki ciir-ciri :
1.       Dalam menggerakan bawahan system perintah ang lebih sering dipergunakan
2.       Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya
3.       Senang pada formalitas yang berlebihan
4.       Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan
5.       Sukar menerima kritikan dari bawahannya
6.       Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan

c.       Demokratis, ciri-ciri :
1.       Dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusiad itu adalah mahkluk yang termulia di dunia
2.       Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya
3.       Senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya
4.       Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan

a.       Menyukai tanggung jawab untuk memcahkan masalah
b.      Cenderung menetapkan target yang sulit dan berani mengambil resiko
c.       Memiliki tujuan yang jelas dan realistic
d.      Memiliki rencana kerja yang menyeluruh
e.      Lebih memetingkan umpan balik yang nyata tentang hasil prestasinya
f.        Senang dengan tugas ang dilakukan dan selalu ingin menyelesaikan dengan sempurna

a.       Pendekatan kuratif yakni melihat apakah masalah yang menimbulkan pengaruh pada motivasi penting atau tidak dalam pekerjaan
b.      Pendekatan antisipatif yakni bekerja dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan kentntuan yang telah ditetapkan, menenangkan hati sewaktu bekerja dan jangan ternganggu dengan perasaan gelisah

21.   Alat-alat motivasi :
a.       Material incentive : motivasi yang bersifat materil dengan imbalan prestasi yang diberikan oleh karyawan, semisal dalam bentuk uang atau barang-barang.
b.      Non material incentive : motivasi yang tidak berbentuk materi, contoh: penmpatan yang tepat, pekerjaan yang terjamin, piagam penghargaan, bintang jasa, perlakuan yang wajar.

22.   Sentralisasi dan desentralisasi:
a.       Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi
b.      Desentralisasi adalah penyerahan kewenangan atau sebagai pengalihan tanggung jawab,kewenagan dan sumber-sumber daya dari pusat ke daerah.

23.   Pengertian pendelegasian wewenang menurut:
a.       Ralph C Davis : pendelagasian wewenang hanyalah tahapan dari suatu proses ketika penyerahan wewenang, berfungsi melepaskan kedudukan dengan melaksanakan pertanggung jawaban.
b.      Malayu S.P Hasibuan : Memberikan sebagai pekerjaan atau wewenang oleh delegator kepada delegate untuk dikerjaannya atas nama delegate.

1.       Asas kepercayaan
2.       Asas delegasi atas hasil yang diharapkan
3.       Asas penentuan fungsi atau asas kejelasan tugas
4.       Asas rantai berkala
5.       Asas tingkat wewenang
6.       Asas kesatuan komando
7.       Asas keseimbangan wewenang dan tanggung jawab
8.       Asas pembagian kerja
9.       Asas efisensi
10.   Asas kemutlakan tanggung jawab


a.       Kesedian manager untuk memberikan kebebasan kepada karyawan untuk menyelesaikan tugas yang didelegasikan
b.      Komunikasi terbuka antar manager dan karyawan
c.       Kemampuan manager untuk menganalisis factor-faktor seperti organisasi, persyaratan tugas dan kemampuan karyawan

Dalam kehidupan manusia sehari-hari perlu adanya pengaturan-pengaturan guna membuat susuatu rencana dapat berjalan sesuai dengan tujuan ini disebut dengan istilah manajemen. Adapun Fungsi manajemen adalah suatu kegiatan dari unsur manajemen yang satu sama lain saling terkait untuk mencapai keseluruhan proses dan menghasilkan tujuan. Perlu diketahui bahwa dalam manajemen terdiri dari Empat fungsi manajemen yaitu: perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengaturan (directing), dan pengawasan (controlling).
Kali ini akan kita bahas satu persatu dari fungsi manajemen Dalam Fungsi perencanaan, pada tahapan perencanaan (planning) dimana tahap langkah-langkah yang semestinya harus diambil, yang bertolak pada hal-hal atau faktor faktor dibawah ini:
  • Tujuan manajemen yang akan di capai,
  • Prosedur dan cara untuk mencapai tujuan itu sendiri,
  • Adanya teknik pengawasan yang dilakukan untuk mencapai tujuan..
Rencana atau planning diharapkan agar dapat :
  • Mengalokasikan setiap sumberdaya sesuai dengan peruntukannya
  • Proses pengawasan dan pengukuran hasi yang dicapai yang nantinya akan memberikan solusi langkah apa yang semestinya harus diambil untuk setiap masalah yang timbul,
  • Sebagai dasar bagi setiap anggota organisasi untuk bekerja atau melaksanakan tugasnya sesuai prosedur atau aturan yang ditentukan.
Fungsi pengorganisasian (organizing) yang berhubungan dengan pembentukan sebuah alur kerja dan alur koordinasi yang disebut dengan struktur organisasi. dengan adanya tujuan yang akan dicapai maka akan membentuk struktur yang nantinya akan menjadi titik atau dasar para anggota untuk bertindak atau melaksanakan tugas masing-masing
Fungsi pengaturan (directing). istilah directing atau istilah fungsi pengaturan/ directing dikenal juga dengan istilah leading, yang maksudnya ialah  fungsi yang mengatur tugas dari setiap anggota organisasi agar dapat menjalankan tugas masing-masing seperti yang telah ditentukan supaya tujuan yang ditetapkan dapat tercapai.

Fungsi pengawasan (controlling) yang memiliki tujuan untuk melihat apakah kegiatan yang dilakukan serta hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan rencana dan ke arah yang diinginkan. Tiga hal penting dalam pengawasan adalah:
  • menentukan standar atau tolok ukur pre stasi kerja,
  • mengukur hasil kerja dengan standar yang ada, dan 
  • mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki hasil kerja yang tidak sesuai tolok ukur.
Berikut merupakan contoh soal tentang ilmu manajemen :
a.      Earl P Strong : proses pengaturan berbagai factor dalam suatu perusahaan, agar pelaksaaanya sesuai dengan ketetapan dalam rencana
b.      Harold Koonz : pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan agar rencana yang telah di buat untuk mencapai tujuan perusahaan
c.      Terry : proses penentuan apa yan gharus di capai yaitu standar apa yang sedang di lakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan apabila perlu melakukan perbaikan perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana yaitu selara dengan standar.


a.       Akurat
b.      Tepat waktu
c.       Objektif dan komprehensif
d.      Secara ekonomi realistic
e.      Secara organisasi realistic
f.        Di koordinasikan dengan arus pekerjaan organisasi
g.       Fleksibel
h.      Deskriptif dan operasionalisasi
i.         Diterima para anggota organisasi

a.      Anggaran produksi
b.      Anggaran bahan baku
c.       Anggaran overhead pabrik
d.      Anggaran Penjualan
e.      Anggaran persediaan
f.        Anggaran biaya produksi
g.       Anggaran pertanggung jawaban
h.      Anggaran pengeluaran modal
i.        Anggaran kas
j.        Anggaran rugi laba
k.      Anggaran neraca
l.        Anggaran perubahan posisi keuangan


a.      Transaction Processing System (TPS) berfungsi pada level organisasi
System informasi yang terkomputerisasi yang dikebangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji
b.      Office Automation System (OAS) mendukung pekerja data
Yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untukmentransformasikan data atau untuk memanipulasikan dengan cara-cara tertentu sebelum membaginya atau memyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi terkadang diluar itu.
c.      Knowledge Work System (KWS)
Mendukung para pekerja professional seperti ilmuwan insinyur dan doctor dengan mambantu mereka menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.

a.       Input
b.      Model
c.       Output
d.      Teknologi
e.      Hardware
f.        Software
g.       Komponen basis data
h.      Komponen kontrol


6.       Keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek :
a.       Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahjasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan
b.      Integrity (integritas) aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin pihak yang berwenang, menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integritas ini
c.       Availability aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait.

7.      Manajemen keamanan informasi tangggung jawab untuk program khusus, maka karakteristik khusus yang harus dimiliki dalam manajemen kemanan informasi yakni dikenal dengan 6 P:
a.      Planning
Meliputi proses perancangan, pembuatan, dan implementasi strategi untuk mencapai tujuan. Yang terdapat 3 tahapan:
1.       Strategic Planning
2.       Tactical Planning
3.       Operational palanning
b.      Policy (Kebijakan)
Tiga kategori kebijakan dalam manajemen keamanan informasi yakni
1.       Enterprise Information Security Policy (EISP) menentukan kebijakan departemen kemanan informasi dan menciptakan kondisi keamanan informasi di setiap bagian organisasi
2.       Issue Spesific Security Policy (ISSP) adalah sebuah peraturan yang menjelaskan prilakuk yang dapat diterima dan tidak dapat di terima dari segi keamanan informasi pada setiap teknologi yang digunakan misalnnya email atau pengguna internet.
3.       System Spesific Policy (SSP) pengendali konfigurasi penggunaan perangkat atau teknologi secara teknis atau manajerial
c.       Programs
Operasi-operasi dalam keamananinformasi yang secara khusus diatur dalam beberapa bagian.
d.      Protection
Fungsi proteksi dilaksanakan melalui serangkaian aktifitas manajemen resiko meliputi perkiraan resiko dan pengendali termasuk mekanisme proteksi, teknologi proteksi dan perangkat proteksi baik perangkat keras maupun perangkat keras.
e.      People
Manusia adalah penghubung utama dalam program keamanan informasi.

1.       Kosep dasar
Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis dan manajerial termasuk mengenai berbagai komponen dan peran system informasi
2.       Teknologi informasi
Konsep-konsep utama, pengembangan, dan berbagai isu manajemen teknologi ingormasi yaoti meliputi hardware, software, jaringan, manajemen data.
3.       Apliksi bisnis
Penggunaan utama dari system informasi untuk operasi, manajemen dan keuntungan kompetitif bisnis
4.       Proses pengembangan
Bagaimna para praktisi bisnis dan pakar informasi merencanakan, mengembangkan, dana mengimplementasikan system informasi untuk memenuhi peluang bisnis.
5.       Tantangan manajemen
Tantangan secara efektif dan etis mengelola teknologi ingormasi pada tingkat pemakai akhir, perusahaan dan global dalam bisnis.

9.      Menurut  Sutabri (2005:107) penggunaan computer dalam SIM baru dapat dikatakan egektif dan efisien jika :
a.       Volume data yang diolah dalam jumlah yang besar
b.      Pengolahan data memerlukan perhitungan yang rumit
c.       Pengolahan data atau pekerjaan yang berulang-ulang
d.      Memerlukan proses pengolahan yang cepat
e.      Memerlukan file yang baik sehingga mudah menemukan kembali data-data yang diperlukan
f.        Memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi

10.   Komputasi pengguna akhir (End User Computing) timbul disebabkan oleh empat pengaruh utama:
a.       Dampak pendidikan komputer
b.      Antrian layanan informasi
c.       Murahnya piranti keras
d.      Piranti lunak siap pakai

Slamet santoso (2009:5): dinamika adalah interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok yang satu dengan anggota kelompok yang lain secara timbale balik dan antara anggota dengan kelompok secara keseluruhan.
12.   Konflik menurut :
a.       Robbins : suatu proses dimana suatu pihak merasa dirugikan dan pihak tersebut telah memberikan egek negative kepada pihak lainnya
b.      Alabaness : sebuah keadaan dimana antara pihak yang bermasalah tidak mencapai tujuan dan kesepakatan yang ada sehingga hal ini bisa mencampuri urusan masing-masing pihak.

a.       Pandangan tradisional : setiap konflik akan mengganggu kerjasama untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh Karena itu konflik selalu mangandung pengertian negative, jelek dan destuktif. Tanggung jawab manajemen adalah mencegah timbulnya kinflik.
b.      Pandangan interaksional : konflik memberikan dorongan terjadinya perubahan dan pangembilan keputusan yang lebih baik. Tanpa konflik suatu organisasi akan statis, apatis dan tidak tanggap. Agar knflik dapat fungsional maka harus terkendali.

14.   Jenis-jenis konflik :
a.       Perspektif
1.       Konflik intraindividu
2.       Konflik antar individu
3.       Konflik antar kelompok
4.       Konflik organisasi
b.      Jenis konflik ditinjau dari jenis :
1.       Konflik konstruktif
2.       Konflik destruktif
c.       Konflik ditinjau dari segi masalah
1.       Konflik tujuan
2.       Konflik peranan
3.       Konflik nilai
4.       Konflik kebijakan

1.       Tanggung jawab lini dan staf harus ditegaskan
2.       Mengintegrasikan kegaiatan lini dan staf
3.       Mengajarkan lini untuk menggunakan staf
4.       Mendapatkan pertanggung jawaban staf atas hasil-hasil

16.   Metode penyelesaian konflik yang sering digunakan
a.       Dominasi atau penekanan: metode ini dilakukan degan beberapa cara yaitu kekerasan, penenangan, penghindaran, aturan mayoritas, pemunguntan suara
b.      Kompromi : manajer menyelesaikan konflik melalui pencarian jalan tengah yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
c.       Pemecahan masalah integrative: konflik antar kelompok diubah menjadi situasi pemecahan masalah bersama yang dapat diselesaikan melalui teknik pemecahan masalah seperti : consensus, konfrontasi, penggunaan tujuan-tujuan yang lebih tinggi.

17.   Kepemimpinan menurut :
a.       George R Terry (1972:458): aktivitas memperngaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi
b.      Stoner : suatu proses mengenai pengarahan dan usaha untuk mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan anggota kelompok
c.       Jacobs dan Jacques (1990:281) sebuah proses member arti terhadap usaha kolektif dan mengakibatkan kesediaan utnuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran.

18.   Tipologi kepemimpinan :
a.       Otokratis : pemimpin yang memiliki criteria atau cirri sebagai berikut :
1.       Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi
2.       Mengindentikan tujuan pribadai dengan tujuan organisasi
3.       Menganggap bawahan sebgai alat semata-mata
4.       Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat
5.       Terlalu tergantung kepada kekuasaaan formalnya
6.       Dalama tindakanm penggerakkan sering mempergunakan pendekatan mengandung unsure paksaan dan bersifat menghukum

b.      Militeristik memiliki ciir-ciri :
1.       Dalam menggerakan bawahan system perintah ang lebih sering dipergunakan
2.       Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya
3.       Senang pada formalitas yang berlebihan
4.       Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan
5.       Sukar menerima kritikan dari bawahannya
6.       Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan

c.       Demokratis, ciri-ciri :
1.       Dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusiad itu adalah mahkluk yang termulia di dunia
2.       Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya
3.       Senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya
4.       Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan

a.       Menyukai tanggung jawab untuk memcahkan masalah
b.      Cenderung menetapkan target yang sulit dan berani mengambil resiko
c.       Memiliki tujuan yang jelas dan realistic
d.      Memiliki rencana kerja yang menyeluruh
e.      Lebih memetingkan umpan balik yang nyata tentang hasil prestasinya
f.        Senang dengan tugas ang dilakukan dan selalu ingin menyelesaikan dengan sempurna

a.       Pendekatan kuratif yakni melihat apakah masalah yang menimbulkan pengaruh pada motivasi penting atau tidak dalam pekerjaan
b.      Pendekatan antisipatif yakni bekerja dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan kentntuan yang telah ditetapkan, menenangkan hati sewaktu bekerja dan jangan ternganggu dengan perasaan gelisah

21.   Alat-alat motivasi :
a.       Material incentive : motivasi yang bersifat materil dengan imbalan prestasi yang diberikan oleh karyawan, semisal dalam bentuk uang atau barang-barang.
b.      Non material incentive : motivasi yang tidak berbentuk materi, contoh: penmpatan yang tepat, pekerjaan yang terjamin, piagam penghargaan, bintang jasa, perlakuan yang wajar.

22.   Sentralisasi dan desentralisasi:
a.       Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi
b.      Desentralisasi adalah penyerahan kewenangan atau sebagai pengalihan tanggung jawab,kewenagan dan sumber-sumber daya dari pusat ke daerah.

23.   Pengertian pendelegasian wewenang menurut:
a.       Ralph C Davis : pendelagasian wewenang hanyalah tahapan dari suatu proses ketika penyerahan wewenang, berfungsi melepaskan kedudukan dengan melaksanakan pertanggung jawaban.
b.      Malayu S.P Hasibuan : Memberikan sebagai pekerjaan atau wewenang oleh delegator kepada delegate untuk dikerjaannya atas nama delegate.

1.       Asas kepercayaan
2.       Asas delegasi atas hasil yang diharapkan
3.       Asas penentuan fungsi atau asas kejelasan tugas
4.       Asas rantai berkala
5.       Asas tingkat wewenang
6.       Asas kesatuan komando
7.       Asas keseimbangan wewenang dan tanggung jawab
8.       Asas pembagian kerja
9.       Asas efisensi
10.   Asas kemutlakan tanggung jawab


a.       Kesedian manager untuk memberikan kebebasan kepada karyawan untuk menyelesaikan tugas yang didelegasikan
b.      Komunikasi terbuka antar manager dan karyawan
c.       Kemampuan manager untuk menganalisis factor-faktor seperti organisasi, persyaratan tugas dan kemampuan karyawan


0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar yang santun

Comments

Popular Posts

Powered by Blogger.